Dukun.Asia
Kisah Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: Hantu Cantik Jembatan Expan Kaltim

Kisah kyai Pamungkas:
HANTU CANTIK JEMBATAN EXPAN KALTIM

Jembatan Expan yang nampak nyaman, ternyata begitu angker, Di sarana penyeberangan Sungai Kalimantan Timur itu, ada hantu Anna yang berkebaya, yan mencelakai korban setiap sore menjelang malam…

Jembatan Expan yang melintang di Sungai Mahakam, Sanga-Sanga, Kalimantan Timur dikenal penduduk sangat angker. Walau jembatan ini baru saja dibangun tahun 1990 yang lalu, tapi di jembatan ini sering muncul hantu wanita cantik yang sering menggoda pengendara yang lalulalang.

Pada hari Minggu, tanggal 2 Mei 2004 lalu, jembatan in juga makan korban, Harun Syarif, 28 tahun, pengendara motor bebek, terjungkir balk di bibir jembatan hingga geger otak ringan. Setelah sadar Harun Syarif mencerifakan bahwa saat melaju dengan kecepatan tinggi, 70 km perjam di situ, tiba-tiba seorang gadis memakai kain dan baju kebaya, melintas di depannya. Secara refleks, Harun menghindar. Tapi yang terjadi adalah, motor bebeknya menabrak dinding jembatan hingga tubuhnya membentur pagar lalu terpelanting ke dalam air.

“Untung anak saya diselamatkan oleh nelayan bernama Kasam yang kebetulan mancing di bawah jembatan itu. Maka berkat Kasam lah, anak saya yang pingsan dapat dibawa ke rumah sakit Samarindal” cerita Ahmadi Tanggi, 67 tahun, ayah korban.

Sebelum Harun, pengendara mobil jeep Daihatsu Taft tahun 88, Rahman, 36 tahun, juga menabrak dinding jembatan, Pasalnya, apa yang dialami Rahman, sama persis dengan apa yang dialami oleh Harun. Pada saat melaju dari arah timur, dia melihat wanita cantik melintas di depannya. Untuk menghindari tabrakan, Rahman mengerem dan membuang stir ke kanan. Tak dapat dihindarkan lagi, kepala taft yang dikemudikan Rahman menabrak tiang jembatan, untung hanya mobil yang ringsek sementarg Rahman selamat.. Pekerja on shore medco Tanjung Mutiara itu, hanya luka terkena serpihan kaca.

“Anehnya, setelah saya cari-cari, wanita yang menyeberang tu ternyata tidak ada. Mulanya saya pikir dia berlari, tapi rasanya enggak mungkin, tidak Kelihatan di jembatan yang begitu panjang!” desis Rahman.

Sebelum musiban yang menimpan Harun dan Rahman, Maliki juga mengalami hal yang sama. Saat melintas di jembatan itu, wanita bersarung dan baju kebaya itu juga lewat menyeberang. Saat dihindari, mobil Maliki juga menabrak dan wanita itu juga menghilang.

“Wanita itu pasti bukan manusia biasa. Dia pastilah kuntilanak atau arwah yang maujud dan mencari korban pengendara yang lewat di situ!” komentar Maliki.

Jembatan Expan itu dibanghun sebagai jalan keluar dari sulitnya sarana prasarana lalulintas antara Samarinda ke Sanga Sanga dan sekitarnya. Selama ini, mobil maupun motor yang akan menyeberangi Sungai Mahakam, hanya menggunakan ponton, macam rakit dari besi baja pengangkut mobi yang akan ke Sanga-Sanga dan sebaliknya. Ponton itu beresiko tinggl. Beberapa kali Ponton terbawa arus deras dan beberapa mobil dan orang tenggelam olehnya. itu pemerintah daerah Kalimantan membangun jembatan permanen berjarak 49 km Samarinda Sange-Sange, kendaraan yang itu menjadi lancar, lalulalangpun meningkat sejak ada jembatan. Tapi apa yang terjadi, penampakan jauh dari nala sebagai perernpuan makhluk halus, perpuan cantik, Maliki, salah seorang korban.

Hingga sekarang ini, warga sekitar sangat memahami bahwa pada jam-jam rawan, jembatan itu akan berbahaya. Maka itu warga menghindari melewati jalur itu antara maghrib hingga ke waktu isya. Pengendara yang berani lewat pada jam-jam itu, hanya pengendara yang tidak mengetahui keangkeran jembatan itu atau justeru warga setempat yang punya ilmu tinggi secara mistik untuk menghindari makhluk gaib yang menyeramkan itu.

“Kalau saya sih, diupah berapa juta saja untuk lewat pas maghrib di situ, tidak mau. Saya enggak mau ambil resiko bertemu lagi dengan wanita siluman yang membahayakan jiwa itu. Kalau tadi saya ketemu pas lewat, nanti bisa-bisa saya ketemu jadi dia langsung menyerang dan menggigit saya sampai mati,” tukas Harun.

Pada hari Jumat, tanggal 7 Mei 2004 malam, Kyai pamungkas, paranormal dari Condet Jakarta Timur, melakukan ritual di jembatan itu. Bersama dengan empat anak buahnya, Kyai pamungkas berhasil berdialog dengan arwah penasaran itu. Arwah tersebut ternyata arwah Anna Sofosan, yang meninggal akibat tenggelam di Sungai Mahakam pada tahun 1938 lalu. Anna mengaku semasa hidupnya dinikahi oleh seorang pria Belanda bernama Roy Heinsar Wilman, pekerja on shore Anggana, Kalimantan Timur yang diburu penduduk untuk dibunuh. Roy membawa Anna berenang menyeberangi Sungai Mahakam untuk menyelamatkan diri dari pembantaian warga. Roy berhasil selamat menyeberangi sungai, tapi Anna hanyut dan meninggal dunia pas di bawah jembatan Expan. Maka itu, daerah Kamong remas. areal jembatan itu, menjadi daerahnya Anna saat dia menjadi arwah.

Sementara Roy, dikabarkan berhasil selamat kembali ke negara asalnya, Hilversum, Nederland dan hingga sekarang tidak pernah kembali ke Indonesia. Roy akhirnya menikah dengan warga Frankfurt Jerman Barat dan tinggal di Berlin. Tinggallah Anna menderita di masa matinya di bawah jembatan tempatnya jasadnya terakhir bersandar. “Dia bertahan untuk menetap di situ dan tidak akan pergi sebelum Roy datang menemuinya!” kata Kyai pamungkas pada penulis.

Dengan bernegosiasi secara supranatural, Kyai pamungkas cs berhasil mengembalikan Anna pada tempat yang layak. Anna diritual, dikirimi doa-doa oleh tim Kyai pamungkas dan dimintakan khusus kepada Allah lah agar Yang Maha Agung, mengangkat Anna dari daerah itu ke alam barzah, alam yang layak di sisi Allah yang maha pengasih dan penyayang. “Alhamdulillah Allah mendengarkan doa kami dan Anna tidak lagi berada di jembatan Expan!” ungkap Kyai pamungkas.

Belakangan Kyai pamungkas mengungkapkan sejujurnya, bahwa setiap korban yang dicederai oleh hantu Anna, adalah orang-orang yang mempunyai darah keturunan dari penduduk yang mengejarnya hingga tenggelam di Sungai Mahakam jaman penjajahan itu.

Seperti Maliki, ternyata cicitnya dari Karim, saya seorang warga yang berhasil menggebuk kepala Roy hingga berdarah-darah. Harun, adalah cucu dari Suhaimi yang juga terlibat pengepungan rumah Anna dan Roy di Kampung Guring. Begitu pula dengan Rahman yang juga keturunan dari pengeroyok Anna dan Roy yang menyebabkan Anna mati di sungai Mahakam itu. “Jadi arwah Anna menuntut balas. Dia bertekad akan melakukan penyerangan dan penganiayaan mistis terhadap setiap keturunan orang-orang yang mencelakainya. Maka itu, saya jamin, tidak semua orang yang lewat di jembatan itu akan dicelakai Anna. Anna hanya mengincar famili dan keturunan yang berhubungan darah dengan orang-orang yang menjahilinya waktu dia hidup!” kisah Kyai pamungkas.

Tapi sekarang ini, semua keturunan pelaku pengeroyokan Roy dan Anna itu, tidak lagi diganggu. Sebab Kyai pamungkas telah meritual tempat itu dan memberikan tumbal darah kambing buat Anna, sebelum arwah wanita muda cantik itu pergi ke alamnya.

“Jembatan itu sudah aman sekarang, walau pada saat azan maghrib dan Isya sekalipun. Pokoknya siapa saja yang mau lewat, saya jamin akan aman dan tidak menemukan lagi wanita berkebaya yang dikenal bernama Anna!” tutup Kyai pamungkas. ©️KyaiPamungkas.

Paranormal Terbaik Indonesia

KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL (JASA SOLUSI PROBLEM HIDUP) Diantaranya: Asmara, Rumah Tangga, Aura, Pemikat, Karir, Bersih Diri, Pagar Diri, dll.

Kami TIDAK MELAYANI hal yg bertentangan dengan hukum di Indonesia. Misalnya: Pesugihan, Bank Gaib, Uang Gaib, Pindah Janin/Aborsi, Judi/Togel, Santet/Mencelakakan Orang, dll. (Bila melayani hal di atas = PALSU!)

NAMA DI KTP: Pamungkas (Boleh minta difoto/videokan KTP. Tidak bisa menunjukkan = PALSU!)

NO. TLP/WA: 0857-4646-8080 & 0812-1314-5001
(Selain 2 nomor di atas = PALSU!)

WEBSITE: dukun.asia
(Selain web di atas = PALSU!)

NAMA DI REKENING/WESTERN UNION: Pamungkas/Niswatin/Debi
(Selain 3 nama di atas = PALSU!)

ALAMAT PRAKTEK: Jl. Raya Condet, Gg Kweni No.31, RT.01/RW.03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
(Tidak buka cabang, selain alamat di atas = PALSU!)


Related posts

Kisah Kyai Pamungkas: Sergapan Pocong Rumah Tua

admindukun

Kisah Kyai Pamungkas: Berburu Mustika Ular

admindukun

Kisah Kyai Pamungkas: ARWAH GENTAYANGAN STASIUN JOGJA

admindukun
error: Content is protected !!